Senin

MEMBUAT UANG BALIK [TMWOISS]



Tidak/Belum Mengetahui Suatu ilmu/Amalan Ataupun Peristiwa Akan Uang Balik [Uang yang Bisa Kembali], Atau Uang [dari] Ghaib/ Datang Secara Ghaib, Bukan Berarti Itu Menunjukkan Akan Tidak Adanya Uang Semacam Itu.
Begitu Juga, Tidak Memiliki Ilmu/Amalan Semacam Itu, Juga, Bukanlah Dalil Bahwa, Uang/Nafaqoh [Rejeki langsung yang datang secara ghaib] Itu Tidak Ada.”

UANG BALIK/UANG KEMBALI [UB] adalah uang yang senantiasa kembali kepada pemiliknya setelah di belanjakan, untuk menjadikan agar uang senantisa kemabali kepada pemilik, memerlukan riyadlah laku bathin yang secara khsusus untuk masalah kerejekian, sehingga pemilik uang semacam ini, akan senantiasa tercukupi setiap kebutuhannya.
Riyadlah/laku untuk mempuanyai uang semacam ini [Uang balik] di dalam istilah ilmu hikmah warisan Ulama’ Syalaf Ahlul Bathin, dikenal dengan sebutan riyadlah “Jalbud Dirham/Jalabad Daroohim” yang berarti menarik untuk kembali akan uang [Dirham].
Memang tidak mudah untuk memiliki uang semacam ini, artinya mendapatkan uang semacam ini tidaklah secara instan, karena bagaimanapun hal ini sudah temasuk pada wilayah “karomah” yang diberikan kepada seseorang berkat laku/riyadlah yang dikerjakan secara khusus, dan dimata manusia disebut sebagai keajaiban karena sesuatu terjadi diluar kebiasaan manusia normal [Khoriqul ‘Adad], yang penting dengan niat untu ibadah kepada Allah.

Walaupun, masih banyak sebagian orang, sekalipun dia sudah termasuk pelaku dalam dunia spritual“keghaiban” artinya dia sudah sering bersinggungan dengan masalah keghaiban, baik itu di tingkatan wacana/tulisan atau bahkan sebagai praktisi, Dia masih tidak/kurang percaya akan hal semacam ini, bahkan mengatakan, hal semacam itu tidak ada, entah itu ilmu uang balik atau mendatangkan uang secara ghaib, karena dia tidak pernah mempunyai/melihat kejadian semacam.

Tidak/belum mengetahui ilmu/amalan atau peristiwa akan uang balik/uang [dari] ghaib/ datang secara ghaib, bukan berarti menunjukkan akan tidak adanya uang semacam itu.Tidak memiliki ilmu/amalan semacam itu, bukanlah dalil bahwa uang/nafaqoh [Rejeki langsung yang datang secara ghaib] itu tidak ada.
 
Kurang elok rasanya, bagi orang yang mengaku beriman kepada Allah, akan tetapi kurang yakin atas kekuasaan Allah untuk menjadikan hal seperti di atas itu, padahal kita sudah sering mendengar/membaca sebagaimana firmannya “Idzaa Arooda Syai-An Anyakquula Lahu Kun Fayakun” semuanya akan terjadi, jika Allah sudah berkendak. karena kehendak Allah itu tidak hanya yang dlahir, yang dengan kedlahirannya itu mampu dinalar otak manusia,karena kehendak Allah itu mutlaq meliputi yang mampu dinalar ataupun tidak bisa di cerna oleh akal, karena memang manusia tidak diberi pengetahuan melainkan sedikit, ibaratnya satu tetes air di tengah lautan ilmu Allah.

Memang, penguasaan amalan semacam itu harus dilakan dengan benar benar niat bersih, yaqin dan tawakkal alallah, dan hasilnya/efeknya pun cukuplah buat dirinya sekeluarga untuk memenuhi kebutuhannya,dan tidak wajib dipertontonkan. agar tidak menimbulkan fitnah ditengah masyarakat, karena kadar pemahaman akan ilmu semacam itu, tidaklah sama setiap orang. sebagaimana ditunjukkan oleh beberapa ulama’/kyai yang sehari hari hanya mengurus santrinya, tidak pernah menerima bantuan dari siapapun, sementara secara kasat mata kondisi ekonomi dan pesantrennya, menunjukkan bahwa ia mengeluarkan biaya yang banyak untuk mewujudkanny. 
Itulah sedikit pembuka, untuk difahami bersama……………

Sementara, untuk kaifiyat membuat uang anda agar senantisa kembali setelah di belanjakan, dengan ijin Allah, salah satu caranya sebagai berikut.
  1. Puasa mutih 3 hari dengan riyadlah sempurna
  2. Sediakan 2 lembar uang kertas yang sama nominalnya
  3. Tulislah salah satu Asmaul Husna, dengan minyak misik,za’faron dan air mawar di masing masing uang tersebut.
......................
.....................
Saat akan memulai riyadlah, Bakarlah Bukhur Khusus, lalu taruhlah UANG YANG SUDAH DIRAJAH seperti di atas di bawah syajadah, posisi syujud [1 di bawah posisi telinga kanan yang lainnya di bawah posisi telinga kiri]
Setiap selesai sholat fardlu selama puasa, ASMA di baca 7x dengan hati yang Khusu’, Ikhlash dan Hadlir.
Setelah sempurna 3 hari puasa dan riyadlahnya, salah satu dari uang yang ditaruh dibawah syajadah itu akan pindah berkumpul dengan yang lainnya.
Nah, Uang yang digunakan untuk belanja, adalah uang yang pindah tempat/posisi sesaat setelah riyadlah dilakukan, sementara yang tidak pindah [tetap] di simpan di kantong/dompet, jangan sampai hilang, karena uang setiap dibelanjakan akan kembali kepada uang yang ada di dompet sebagai uang induknya.setiap dibelanjakan ia akan kembali berkumpul dengan uang induk yang disimpan di dompet/kantong.
Uang Balik tersebut tiap hari hanya bisa digunakan 3x belanja.jika lebih dari 3x, akan hilang di bawa oleh khodamnya.

INILAH ASMA YANG DI BACA SAAT SETELAH SHOLAT.

BISMILLAHIRROHMANIR ROHIM
SARII’UN, KABIIRUN, ROHIIMUN, ROHMAANUN, MUHAIMIINUN, ......................................... DZATH THIYAALIN, AHYALIN, SHOLWASHIN,.ALLAHUMMA ...................QODLAA-IL HAAJATII, BIHAQQISMUKAL WAAHID , WA ANTA YAA AHIYAN SYAROOHIYAN SHOBAA-UTI ‘ASHLUUSHIN ‘ASHOOSHIN YAA ‘ADLIIMAL JALAALI YAA BADII’AL JAMAALI YAA KATSIIRON NAWAALI ..............‘IBAADI.
ALLAHUMMA INNII ROFI’AT HAAJATII ILAIKA WA ILAA WAJHIKAL KARIIM, WA AS-ALUKA BIROSULIKA WA ANBIYAA-IKA WA KITAABIKAL ‘ADLIIM ILLA MAA AMARTA BIQODLAA-I HAAJATII BIJAAHIN NABIYYIL MUSTHOFA WA ALIHI WASHOHBIHIL KIROOM WA BI ALFI ALFI LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAHIL ‘ALIYYIL ADLIIM, YAA WAHHAB YAA FATTAAH YAA ARHAMAR ROOHIMIIN, WASHOLLAHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALIHI WA SALLAM.7X
TAMMAT

BAGI YANG BERMINAT MENDAPATKAN IJAZAH DAN TATACARA SECARA SEMPURNA DARI AMLAN INI, SILAHKAN HUBUNGI KAMI